Depok, 9 Juli 2026 – Kemampuan menulis tidak lagi sekadar menjadi kompetensi akademik, tetapi juga bekal penting untuk menyampaikan gagasan dan membangun pengaruh positif di era digital. Berangkat dari semangat tersebut, Institut SEBI melalui Departemen Kemahasiswaan dan Manajemen Talenta berkolaborasi dengan LAZNAS YAKESMA menyelenggarakan pelatihan kepenulisan bertajuk "Dari Gagasan Menjadi Tulisan Bermakna" sebagai bagian dari program pembinaan Awardee Academy. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di SEBI Hall pada Rabu (8/7) ini diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa LAZNAS YAKESMA.
Pelatihan ini menjadi wujud komitmen Institut SEBI dan LAZNAS YAKESMA dalam memperkuat kompetensi literasi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain membahas teknik dasar kepenulisan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak sebagai pendukung proses kreatif, tanpa mengesampingkan etika, orisinalitas, dan tanggung jawab seorang penulis.
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Departemen Kemahasiswaan dan Manajemen Talenta Institut SEBI, Yoyo Sundoyo, menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan aset intelektual yang perlu terus dikembangkan oleh setiap mahasiswa.
"Kemampuan menulis adalah aset intelektual yang perlu terus diasah. Kami berharap mahasiswa mampu mengubah gagasan menjadi karya yang bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Yoyo.
Pada sesi utama, Muhammad Hardi Ramadhan mengajak peserta memahami proses mengubah ide menjadi tulisan yang berkualitas dan bermakna. Peserta dikenalkan dengan tahapan menyusun artikel, mulai dari menemukan ide, menentukan angle, menyusun kerangka tulisan, hingga teknik menyampaikan pesan secara efektif kepada pembaca. Selain itu, peserta juga mempelajari prinsip-prinsip dasar jurnalistik, seperti penyusunan lead, teknik membuat judul yang menarik, serta pentingnya memastikan setiap tulisan memenuhi unsur 5W+1H.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemanfaatan AI dalam dunia kepenulisan. Narasumber memperkenalkan konsep "The Co-Pilot Sandwich", yaitu pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pengarah utama, sementara AI berperan sebagai pendamping dalam proses eksplorasi ide, penyusunan kerangka, hingga penyempurnaan bahasa. Meski demikian, proses verifikasi fakta, validasi data, serta tanggung jawab atas isi tulisan tetap menjadi peran utama penulis.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik menyusun prompt yang efektif (prompt engineering) serta etika penggunaan AI dalam menghasilkan karya tulis. Penekanan diberikan pada pentingnya menghindari plagiarisme, memverifikasi setiap informasi yang diperoleh, menjaga keamanan data, serta memastikan setiap karya tetap memiliki orisinalitas dan integritas.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai cara mengembangkan ide menjadi artikel yang menarik, strategi agar tulisan layak dipublikasikan di media massa, hingga pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam proses kreatif.
Melalui kolaborasi ini, Institut SEBI dan LAZNAS YAKESMA berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya menjadi insan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun budaya literasi melalui karya-karya yang inspiratif, kritis, dan solutif. Sejalan dengan semangat Awardee Academy, pengembangan kapasitas mahasiswa akan terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan yang mendukung lahirnya generasi pemimpin yang berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
